Pages

Ads 468x60px

Labels

Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 November 2014

Untuk Kita Renungkan



  1. Jika aku mendengar berita tentang kematian seorang saudaraku, maka aku merasa seolah salah satu anggota tubuhku ada yang hilang dari diriku.
  2. Dan ingatlah, Allah tidak sekali-kali akan melambatkan kematian seseorang atau sesuatu yang bernyawa apabila sampai ajalnya dan Allah amat mendalam pengetahuannya mengenai segala Yang kamu kerjakan (QS. Al-Munafiqun : 11).
  3. Gantungkanlah kematian di pelupuk mata agar kau selalu ingat Allah SWT.
  4. Mereka menjawab, “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan bagi kami untuk keluar dari neraka”. (QS. Ghafir : 11).
  5. Kematian adalah gerbang menuju hari pembalasan.
  6. Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (QS. Ali Imran : 185).
  7. Jika kematian datang, tidak ada teman, tidak juga keluarga, dan tidak ada harga kekayaan. Hanya aku dan amalku.
  8. Kematian bagi setiap manusia sudah jelas dan pasti. Tinggal menunggu jadwal kita. Masihkah kita bermain-main dengan kehidupan ini?.
  9. Masihkah kita ingin bermain-main di tepi jurang kematian? Belumkah saatnya kita menjadi menjadi hamba yang tunduk dan khusyu’ kepada-Nya?.
  10. Masihkah kita bermain-main dengan dosa dan menganggap dosa adalah hal yang sepele dan tidak ada hubungannya dengan kematian?.
  11. Di mana saja kamu berada kematian akan mendapatkan kamu, meskipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan…. (QS. An-Nisaa’ : 78)
  12. Orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata, “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali”. (QS. Al-Baqarah : 156)
  13. Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara seketika, lalu menceritakan pengalaman sakaratul maut kepada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut dan mulai menangisi diri kalian sendiri. (Imam Ghazali).
  14. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada kami kamu dikembalikan (QS. Al-Ankabut : 57)
  15. Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya maka sesungguhnya kematian itu akan menemani kamu pada waktunya.
  16. Jika engkau miskin senangkanlah pula hatimu, karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang selalu menimpa diri orang-orang kaya. Sesungguhnya kekayaan tidak akan menyertaimu dalam kubur.
  17. Sebelum terjadinya hari kiamat, akan terjadi kematian yang amat menakutkan dan kemudian dari itu terjadilah tahun-tahun gempa bumi. Hal itu sungguh amat menakutkan.
  18. Kehidupan setelah kematian, ke manakah kita akan pergi setelah kematian itu?.
  19. Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya (al-Fajr : 27-28)
  20. Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-Ashr)
  21. Renungilah hakekat kehidupanmu dan persiapkan dirimu untuk menghadapi kematian.
  22. Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya. (HR. Muslim)
  23. Mayat manusia itu diikuti oleh tiga hal, dua kembali dan satu yang tetap bersamanya. Dia diikuti keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarga dan hartanya kembali, sementara amalnya tetap bersama. (HR. Bukhari, Muslim).
  24. Katakanlah wahai Muhammad: “Sebenarnya maut yang kamu melarikan diri daripadanya itu, tetaplah ia akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata lalu ia memberitahu kepada kamu apa yang kamu telah lakukan” (QS. Al-Jumuah : 8)
  25. Ingatlah mati, karena kematian tidak akan melupakanmu.

read more

Sabtu, 05 Mei 2012

Pohon Tua

Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.

Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.

Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. “Pohon yang sangat berguna,” begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.

Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih. “Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?” begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. “Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini?” Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang.

Hingga pada saat pagi menjelang. “Cittt…cericirit…cittt” Ah suara apa itu? Ternyata, ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. “Cittt…cericirit…cittt,” suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu… dua… tiga… dan empat anak burung lahir ke dunia. “Ah, doaku di jawab-Nya,” begitu seru sang pohon.

Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka,akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. “Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini”, gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

***

Teman, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana? Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah ditebak, namun, yakinlah, Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita.

Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang sandingkan-Nya, bukanlah harga mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimiliki.

Teman, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.
read more

Nice Word From Rendra

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,

Dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah …
semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah …
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”

(WS Rendra).
read more

Rabu, 25 April 2012

Terkadang,Dalam Ketidakbersyukuran

“Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (Almuminuun:78);

Mungkin kita akan membela diri bahwa wajar terkadang kita berkeluh kesah atas hidup ini. Tangis, airmata, luka dan kepedihan, seringkali membutakan hati akan arti keindahan karunia Ilahi. Bukan…bukan maksudku berkeluh melalui tulisan ini. Tapi berharap ini akan menjadi nasehat terbaikku, yang juga ingin kubagi padamu kawan. Hingga ketika aku lupa nasehatku sendiri, maka engkaupun dapat mengingatkanku. Bahwa kita dapat saling mengambil pelajaran atas kesalahan demi kesalahan yang seringkali dan seringkali terulang. Tapi lihatlah, dengan cinta dan kemurahan-Nya, tak sedikitpun membuatNya lantas membenci hamba yang diciptaNya.

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” (QS.Al Ma’arij : 19-21).

Pernahkah kau merasa tertakdir tak seperti umumnya kehidupan orang lain. Tumbuh bukan dengan apa yang menjadi keseharusan. Hingga tiada kau rasakan fajar berbinar menyambut hangat mentari pagi, dan kau tak mampu bernyanyi bersama kicau burung yang bersenandung. Kemudian senja yang harusnya dapat kau jadikan dermaga untuk menumpahkan rasa namun kaurasa hambar, datar dan nanar. Mungkin kau akan menyebutku melankolis kawan. Tak apa, karena aku hanya ingin berbagi denganmu. Ah…kurasa hanya diri kita sendiri yang benar-benar tau apa yang kita rasakan.

Namun ketika ketidakbersyukuran itu datang, dan tanpa sadar menjelma menjadi kekufuran-kekufuran kecil, seringkali pula tersempurnakan dengan ketidakikhlasan, dan ketidaksabaran. Yah…  Syukur, Sabar dan Ikhlas. Tiga kata yang indah, teramat indah. Hingga ingin rasanya ku azzamkan dalam kalbu terdalam. Namun tak mudah, karena memang tiada pernah dapat terukur, dan karena itu bukanlah pula teori semata. Bahkan hakekatnya saja seperti apa, hanya Dia, Al Khabiir, yang Maha Mengetahui.

Setiap diri kita membawa takdirnya masing-masing. Bahwa semestinya kita bersyukur atas apa yang tidak ada pada diri kita, bukan hanya atas apa yang telah ada pada diri kita. Mudah untuk mensyukuri kebaikan demi kebaikan dalam hidup ini. Bahagia, tawa dan kegembiraan. Tapi seringkali tak mudah untuk bisa mensyukuri yang sebaliknya. Cobaan demi cobaan. Tangis, air mata dan kepedihan. Tapi tidakkah kita dapat merasakan, bahwa itulah wujud cinta dan kasih sayang Tuhan. Perlu waktu panjang untuk belajar tegar, berdiri tegak, dan bertahan dalam sabar yang seringkali memudar. Dan begitulah sifat dasar manusia. Bahwa manusia itu memang lemah dan rapuh.

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS.An Nisa : 28).

Namun betapa Allah teramat mencintai kita melebihi diri kita sendiri. Memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Karena Dia tahu betul mana yang terbaik bagi hambaNya. Dengan kesalahan Dia hendak menunjukkan mana yang benar. Dengan kepedihan Dia hendak mengajarkan kebahagiaan. Dengan airmata Dia akan menggantikan senyuman.
Dan kini dalam keyakinan bahwa Allah akan mengganti dengan yang jauh lebih indah, jauh lebih baik dan jauh lebih berharga. Bahwa Dia Al ‘Adl, Maha Adil, dan janjiNya adalah benar. Semoga Allah berkenan menjadikan kita orang-orang yang tidak melampaui batas. Hingga tidak berlebihan ketika bahagia, juga tidak berlebihan ketika sedih. Karena semuanya akan berlalu. Maka seharusnyalah, kita jalani semuanya dengan senyum tertulus, doa terikhlas, sikap terbaik dan langkah terindah. Amin.
read more

Senin, 09 April 2012

SEBELUM KITA MENGELUH...........

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak
dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak
punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di
jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada
tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon
kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu
cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin
mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan
tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang
menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran,
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
read more

Minggu, 08 April 2012

Untuk Kita Fahami...

Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah :
(1) Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini;
(2) Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa;
(3) Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.
(4) selalu ingat masalah tidak perlu dicari,Ia akan mencari kita,semua orang memiliki masalah.berdoalah ketika engkau menghadapinya.
(5) Muliakanlah Tuhan untuk semua hal yang kita kerjakan.
(6) Berpikirlah positif, misalkan jangan berkata aku miskin,melainkan katakan aku jauh dari kaya.
(7) Bagaimana menjalani hidup yang berarti itu? renungkan itu
(8)Hendaknya kita ingat bahwa seringkali Tuhan mengajar manusia dengan perkara-perkara kecil terlebih dahulu sebelum mempercayakan perkara besar, dan lagipula tidak ada sesuatu di dunia yang perfect yang memenuhi semua idealisme kita. Berpikirlah sederhana!!
(9)Mulailah dari diri sendiri dulu,sebelum engkau mau mengajarkan kepada orang lain.
(10)Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
read more

Hidup Hanya 3 Hari

Yang pertama: Hari kemarin. (PAST)
 
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...

Yang kedua: Hari esok. (FUTURE)
 
Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja...

Yang tersisa kini hanyalah : Hari ini. (PRESENT)
Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini
bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan
ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan
hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan
rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini,
karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada
orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena
siapakah diri anda sendiri jadi teman,
jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau
masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik.

HARI INI dan lakukan SEKARANG juga!!!!!!

The day will come when you will review your life
and be thankful for every minute of it.
Every hurt,every sorrow, every joy, every
celebration, every moment of your life will be a treasure.
This is why today is called a PRESENT
read more

ALPHABETICAL FOR SUCCESS part I

A : ACCEPT

Terimalah diri anda sebagaimana adanya.



B : BELIEVE

Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup



C : CARE

Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup



D : DIRECT

Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri



E : EARN

Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik



F : FACE

Hadapi masalah dengan benar dan yakin



G : GO

Berangkatlah dari kebenaran



H : HOMEWORK

Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi



I : IGNORE

Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan



J : JEALOUSLY

Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri



K : KEEP

Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal



L : LEARN

Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya



M : MIND

Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain



(TO BE CONTINUED........)
read more

6 PERTANYAAN [Kata mutiara]

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. .

Pertama : "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"

Murid-muridnya ada yang menjawab... "orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ...

Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar..., Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. .Sebab kematian adalah PASTI adanya.....

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua : "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"

Murid-muridnya ada yang menjawab : "negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang" ...

Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar... Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"... Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu.. Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga : "Apa yang paling besar di dunia ini...???"

Murid-muridnya ada yang menjawab : "gunung", "bumi", dan "matahari"...

Semua jawaban itu benar kata Sang Guru, Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU"...Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu...Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...

Pertanyaan keempat adalah "Apa yang paling berat di dunia ini...???"

Di antara muridnya ada yang menjawab... "baja", "besi", dan "gajah"...

"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru .., tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...

Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"

Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ..

"Semua itu benar...", kata Sang Guru...tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...

Lalu pertanyaan keenam adalah "Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"

Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"

"(hampir) Benar...", kata Sang Guru tetapi, yang paling tajam adalah "lidah manusia" Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri...

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN..., senantiasa belajar dari MASA LALU..., dan tidak memperturutkan NAFSU...???

Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun..., dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH...., serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???
read more